• 24Sep

    mendengar kata desa, kaum urban jakarta pasti membayangkan sesuatu alami yang samar-samar memunculkan kenangan masa bocah yang indah. sehingga frasa “desa” menjadi alat jualan yang menjanjikan.

    di jakarta, setahuku ada dua warung makan yang memakai kata desa. bumbu desa di sekitaran blok s dan warung desa di jalan sabang. minggu (21/09/2008) kami berlima buka bersama di istiqlal. lalu dilanjutkan makan malam ke daerah sabang, jakarta pusat.

    ketemulah papan nama bertuliskan “warung “desa” dengan huruf warna hitam dan aksen merah. tampak luar menarik. interior yang cozy dan bersih. namun agak shock juga ketika masnya yang berseragam hitam-hitam menyodorkan menu. ada menu taiwan, china arab, eropa dan sunda.

    lalu kami memesan saja ayam goreng, capcay goreng seafood, cahkangkung, sapi lada apa gitu. rupanya perlu sesabar budha untuk bisa mencicipi makanan yang sudah di pesan itu.   memang pelangganya banyak. suasanya ckup riuh. sayang waktu mau memesan bebek ijo, menu itu sudah habis.

    kekecewaan itu masih terus berlanjut. capcay goreng seafood yang aku pesan rasanya sangat di bawah standar. entah apakah chef nya memasaknya sambil melamunkan yang iya-iya. hanya rasa asin yang mendominasi. kata teman saya, “rasane” ora karu-karuan.

    memang sih, kalau melihat harganya cukup murah, rp 17 500. namun bukan berarti harus dengan pelayanan lama dan memasak asal-asalan kan. yang lebih beruntung teman yang memesan ayam goreng. rasanya ayamnya cukup standar, juga sambal, lalap dan tambangan terong ungu yang di goreng sampai layu.

    masih penasaran, cobalah makan di sana sekali-sekali. rasakan suasana yang beda banget. itung-itung latihan melatih kesabaran. dan tolong ceritakan pengalaman kalian kepada saya.

    begitu ingin cepat pergi, mau motretpun ogah-ogahan. jadi maaf saja, tak ada foto pada postingan ini.

    Filed under: Uncategorized
    2 Comments
  • 19Sep

    baso gepeng

    bogor, kali ini saya tidak akan membahas angkot yang menjadi penguasa jalanan kota hujan ini. karena tahukah anda bahwa di kawasan jalan pajajaran, tepat di depan paparons pizza terdapat gerai baso (mungkin maksudnya bakso kali yaa) gepeng yangyang. tagline nya cukup singkat dan unik, ‘ajjiiibbb’.

    gerainya terbuka, dan sesuai namanya bakso gepeng menjadi menu andalan. tak jauh berbeda dengan bakso pada umumnya dari segi rasa, uniknya adalah bakso disajikan dalam bentuk pipih, entah bagaimana membuatnya.

    porsi baso rujak spesial

    saya tertarik dengan salah satu menu yang terpampang, bakso rujak spesial. wah, mana yang benar, bakso apa rujak? ternyata memang perkawinan antara keduanya. bakso gepeng diceburin ke kuah dengan bumbu rujak. yummm, terbayang kan bagaimana rasanya, rasa khas bakso dipadu dengan legitnya bumbu rujak petis. cukup unik dan membuat betah, apalagi tempatnya yang outdoor.

    harganya juga terbilang cukup terjangkau, bakso rujak spesial porsi besar hanya seharga rp. 12.500,00 saja, jus rata-rata dihargai rp. 6000,00. jadi tunggu apa lagi, mau bakso apa rujak?

  • 19Sep

    seorang teman pernah menasehati agar minimal sekali dalam seminggu makan di kaki lima. agar perekonimian mereka bisa berjalan. tanpa peringatan itu pun, aku melakukannya setiap hari.

    pada buka bersama teman blog minggu lalu ( 12/09/2008) itu kami sengaja memilih warung lesehan bu gendut yang ada di lorong labirin blok m. tepatnya di seberang blok m square. bertempat di depan ruko, warung lesehan bu gendut ini sudah sangat terkenal.

    seperti tampak pada petang itu, para pengunjung sudah duduk rapi jali. selebihnya antri. khusus pada bulan puasa, warung ini buka sampai sahur. pada hari biasa hanya sapai jam satuan.

    beruntung aku datang lebih awal, sehingga masih bebas memilih tempat duduk diatas tikar menghadap meja rendah. sambil menunggu buka kami memesan minuman. sayang jenisnya terbatas. adanya hanya es jeruk, es teh, teh panas dan kopi. hanya pada bulan puasa saja bu gendut menyediakan kolak.

    ini kontras dengan banyaknya macam menu yang disajikan di meja panjang. dari ujung sambung menyambung menjadi hamparap mirip mozaik. aku agak kesulitan memutuskan mau makan pakai lauk apa.

    dari ujung sana, ada cumi goreng, gudeg, oseng teri, oseng pare, oseng genjer, empal, sate, botok, tahu tempe yang di goreng maupun di bacem, bermacam ikan, udang, emas, kembung, ayam, kerang, telur yang, kangung, daun paya dan lainnya.

    yang paling mencengangkan adalah sambel pedasnya yang menyengat. karena saya suka pedas, aku bebas meminta lebih banyak. kata teman saya masakan ibu gendut ini adalah model masakan pesisiran. rasanya sangat khas dan berani.

    di warung lesehan ini, kita bisa berlama-lama ngobrol sampai malam. memang agak banyak pengamen yang berseliweran. namun tak cukup sanggup mengusik keasyikan kita karena ada sekelompok pemusik yang memainkan siter dengan lagu-lagu jawa.

    setelah kenyang kami “berhitung”.  total “kerusakan” yang harus aku bayar setelah menghabiskan seporsi nasi dengan cumi goreng, teri bulu ayam, urap dan oseng tempe, sambel kerupuk plus segelas es jeruk tak sampai 20 ribuan.

  • 18Sep

    tengkleng biasanya berkuah keruh dan beraorma kambing menyengat. isinya terdiri dari tulang iga, jerohan, kepala dan buntut kambing. namun selasa lalu (16/09/2008) sewaktu buka bersama aku menemukan tengkleng bakar.

    bedanya dengan yang biasa, tengkleng bakar ini bahannya dari iga sapi. porsinya cenderung besar. tiap porsinya  terdiri dari dua iga yang dililit daging yang empuk, tidak liat dan mudah dipotong. rasanya gurih, ada nuansa manis dan aroma steak.

    penyajiannya dilengkapi dengan lalapan, sambal dan kuah yang terpisah andai mau. petang itu kami berempat memesan menu yang berbeda.  selain tengkleng bakar dan tengkleng kambing biasa,  dua temanku memesan ayam kremes dan nasi liwet keprabon.

    sesuai namanya, omah solo atau resto 30 yang berada di jl warung buncit ini sengaja menyajikan makanan dan minuman khas solo. ada wedang ronde, es dawet pasar gede, wedang jahe dan es tape dan es ketan.

    jus buah dan minuman pabrikan juga ada.  harganya untuk seporsi tengkleng bakar rp 32.000. jus 8000,  seteko teh poci dengan dua cangkir cuman 9.000.

    jadi andai ingin menikmati suasana solo, resto 30 yang punya beberapa cabang itu bisa dijadikan alternatif. oh ya selama makan, terdengar lembut lagu-lagu keroncong yang melenakan.

    bengawan Solo
    riiwayatmu ini
    sedari dulu jadi…
    perhatian insani

    ……… .”

    warung solo, resto 30
    jl warung buncit 75
    pasar minggu
    jakarta selatan
    telp : 021

  • 07Sep

    sesuai namanya, resto ini menyajikan masakan khas tanah pasundan. ada banyak pilihan menu yang disajikan baik yang berupa makanan utama, minuman, snack dan ice cream.

    namun menu andalanya adalah nasi tutug oncom. menu ini terdiri dari nasi yang di bungkus daun pisang menyerupai tumpeng mini. sementara lauknya adalah ayam/empal goreng, tahu, tempe, bakwan jagung dan tentu saja sambal dan lalapan tak ketinggalan.

    ada dua macam nasi yang di tawarkan. nasi putih biasa atau nasi bakar. bedanya dengan nasi biasa, nasi bakar ada tambahan ikan asin yang di campurkan di dalamnya. pelengkapnya sayur asem khas.

    rasanya? mak nyus kata bondan winarno

    menikmati makan malam di pondok geulis merupakan pengalaman yang menyenangkan. desain resto yang cosy dan iringan degung sunda dan pelayanannya yang ramah mencipta suasana pengen kembali.

    andai datang pada hari jumat atau senin, ada live band nya. kita bisa meminta lagu-lagu jaman dulu atau yang lagi trend. andai cukup nyali, dipersilakan menyanyi di pentas yang memakai organ tunggal itu.

    di resto yang berada di jalan warung buncit itu, menyediakan juga seafood: sup kepala ikan, gurami, kepiting saus tiram, capcay dan cah kangkung, sapi lada hitam. lengkap. porsinya jumbo untuk ukuran sendiri.

    minuman yang paling beda adalah es geulis. mirip es buah namun memakai santan dan entah apa namanya butiran yang mirip mutiara berwarna-warna itu.

    harganya cukup standar. misalnya sup kepala ikan, kita perlu menyediakan 30 ribu rupiah saja. tak sempat mampir ke sana, bisa kok, tinggal pencet nomor telepon. pondok geulis siap punya program delivery service, tanpa ongkos tambahan.

    Pondok Geulis
    Taman Margasatwa No. 28 D
    Jakarta Selatan
    DKI Jakarta - Indonesia
    PH 1: (021) 7883-1875

  • 04Sep

    sudah sering aku mendengar mie sayuran, namun baru sabtu sore (30/08/08) aku mencicipinya. itu pun tanpa sengaja, sore itu hujan dan bermaksud neduh. sendirian iseng masuk ke ke warung, bakmi raos.

    berlokasi di sekitaran bintaro, bakmi raos yang  mempunyai banyak outlet di seputaran jakarta ini memang menyajikan menu yang beda: mie dan jus sayuran.  aku memesan mie hijau dan jus green garden.

    beberapa menit, mbaknya mengantarkan ke meja. mie yang warna hijaunya berasal dari bayam ini  tampak unik. dengan pita mie yang lebih kecil dari mie biasa, mie hijau ini teksturenya sangat lembut lembut tapi lait.

    rasanya tentu saja beda, lebih enak. tak ada aroma “gandum” yang biasa kita hidu ketika kita membuat mie instant. apalagi di tambah daging ayam cincang yang lembut dan (terlalu) manis, mie ayam ini cukup menghangatkan perut sore itu.

    sayang porsinya, untuk aku yang agak kelaparan harus makan dua mangkok, baru terasa. itu pun aku harus menambahkan beberapa butir baso dan pangsit. seperti mie lain, mie hijau ini juga dilengkapi dengan sayuran: sawi hijau dan daun bawang yang di simpan dalam mangkok terpisah.

    warung yang bertagline” berani di adu rasanya” ini juga menyediakan menu lain, nasi goreng, bakso, mie yamin dan kwiteau. jus buah dan sayuran juga tersedia di sini. selain minuman produk pabrikan.

    yang paling menarik adalah jus green garden. jus ini terbuat dari campuran daun ceisim, timun, seledri dan buah melon. warnanya yang hijau gelap tampak serem. namun ketika sampai di lidah, rasanya sungguh segar! tak ada bau-bau sayuran yang bisa membuat perut mual.

    menarik, sebagai pilihan alternatif dari jus-jus buah yang selama ini ada. bakmi raos tampaknya peka dengan gaya hidup orang jakarta yang sangat peduli pada kesehatan.

    harganya pun cukup di atas standar. seporsi mie hijau kita harus mengeluarkan rp 9000. dan minumannya  rp 8000. bakso/ pangsit rp 1750 per butirnya.

    bakmi raos
    jl veteran organon (samping pizaa hut)
    deplu raya, bintaro jakarta selatan

  • 18Aug

    moooh, kepala sapi apes. logo branding iga bakar jogja.

    lagi-lagi tentang jogja. rasanya tak pernah ada habisnya kalau kita bahas kota eksotik yang satu ini.
    kali ini tentang iga bakar. ya, tentang sebuah resto yang bernama “iga bakar”

    sesuai namanya, resto ini menawarkan iga bakar berbagai cita rasa sebagai menu andalannya. (ya iya laah iga bakar, kalo namanya resto iga bakar tapi jualan pempek palembang kan jadi jaka sembung bawa golok banget)

    yang saya tahu ada di jalan Affandi, kaliurang dan sagan (mungkin ada di lokasi yang lain, sayang.. saya belum sempat observasi lebih jauh, heheh). dan kebetulan saya berkesempatan mencoba iga gurih ini di jalan kaliurang.

    jangan salah! itu pisau bukan pisau sunat, tapi buat ngiris iga.

    nilai plus nya terdapat pada pengolahan iga yang empuk, sehingga daging begitu mudahnya lepas dari tulang dan berpindah ke mulut kita. ditambah sambal cabai hijau yang benar-benar pas bumbunya, apalagi mereka memberlakukan sistem free nambah sambel. heheh, nah silahkan nambah terus sambelnya, sampai mulas!

    sayangnya harga yang ditawarkan lumayan di atas “rata-rata”. iga bakar paling murah seharga 25.000 rupiah satu porsinya, belum termasuk nasi! tapi tunggu dulu, dengan harga tersebut, saya rasa cukup sebanding dengan apa yang kita dapatkan.

    lokasinya cukup mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan protokol di jogja, dan ditunjang dengan lingkungan yang asri dan cukup bersih, membuat kita betah berlama-lama di sana.

    berminat ?

    Filed under: makan-makan
    2 Comments
  • 16Aug

    sore itu,

    saya dan 3 orang teman sedang terdampar di bandara hang nadim batam, nunggu pesawat ke jakarta. bayangkan, kami sudah nongkrong di bandara sejak pukul 13 untuk pesawat yang berangkat pukul 17.

    3 hari di singapore, diongkosin sama pabrik tempat kerja. bareng-bareng dengan beberapa orang yg kami gak kenal. yak, pake event organizer.

    salah satu hal yg membuat saya cengar-cengir sampe saat itu (selain karena saraf yg terganggu) adalah, beberapa saat sebelumnya mas-mas porter di bandara bilang sama kami ber empat, “mas, di singapore bareng rombongan ini yah?”

    kami ngangguk aja. “wah, asik ya mas. jarang lho, bisa liburan bareng artis!” mas-mas porter berkata dengan semangat membara.

    mendengar kata ‘artis’, kami berempat berpandangan dan mengintograsi mas porter guna mengorek keterangan,

    “artis mas?”

    “iya, lho kok gak tau.. gimana sih, dia (sambil nunjuk ke seorang ibu anggota rombongan) itu kan mbak Bunga (bukan nama sebenarnya, sumpah saking gak terkenalnya saya sampe lupa nama artis itu) yang main di sinetron blah blah blah”

    “ah, yg bener mas… yakin dia orangnya ??” dengan tatapan mata menyelidiki ibu-ibu yang dimaksud.

    saking penasarannya, seorang teman saya sampai bela-belain telpon istrinya di jakarta untuk meyakinkan,

    “mah, tau artis yg namanya bunga ngga? emang dia main di sinetron apaan sih mah?”

    dan ternyata dari hasil perundingan dengan sang istri, memang disepakati si ibu itu adalah artis bunga yg dimaksud.

    keasyikan nggelamun, tiba-tiba ada pengumuman, pesawatnya segera berangkat. dan kita pun rame-rame masuk ke pesawat. pulang ke jakarta.

    sampai di sukarno-hatta, saya masih sempat nyeletuk kepada teman saya yg (beruntung) duduk di samping mbak bunga, sang artis.

    “gimana rasanya duduk deket bintang sinetron?”

    “ah, sama saja bau keringatnya!” dan kita pun ketawa.

  • 09Aug

    suatu sore di sebuah terminal, di depan kantor agen bus “A”.
    jengkel juga menunggu. Jadwal keberangkatan pukul 16.00 ke Jogja, dan hingga sekarang (pukul 18.00) belum ada tanda-tanda bis akan memulai perjalanan.

    di sebelah saya ada pemuda seumuran dengan saya yang sepertinya mulai jengkel juga, dan di sebelahnya lagi ada bapak-bapak setengah baya yang lebih tenang.
    tiba-tiba bangkitlah seorang ibu dari deretan kursi tunggu dan berkata dengan lantang kepada kami (para penunggu bis ke berbagai jurusan)

    “bapak-bapak ini semua penumpang bus ‘A’ kan?”, dan kami pun mengangguk.
    “saya yang paling dirugikan disini, bayangkan, sejak pukul 3 sore saya menunggu keberangkatan yang sampai sekarang belum juga terlihat tanda-tandanya”, si ibu mulai berorasi dengan semangat 45, mungkin juga punya kerja sambilan jadi juru kampanye.
    “mari, kita bersama-sama melakukan protes ke kantor bis ‘A’ ini dan meminta pertanggung jawaban. Bagaimana? setuju??”

    tak menyangka akan mendapat ajakan monohok seperti itu, kami memilih diam. hingga bapak-bapak yang dari tadi hanya duduk tenang angkat bicara, “sabar bu.. mungkin memang sedang ada masalah dengan armadanya, kita tunggu saja dulu sebentar lagi”

    “wah, enak saja bapak ini.. saya sudah berjamur menunggu dari pukul 3 sore tadi sampe gelap begini. iya bapak enak, mungkin baru menunggu beberapa menit, nggak ngrasain gimana keselnya paak” si ibu melawan dengan sengit “coba, saya pingin tau, berapa lama sudah bapak menunggu di sini ?”

    “bis saya ke pekanbaru seharusnya berangkat pukul 1 siang tadi bu, dan saya sudah mengunggu di sini sejak pukul 11.” si bapak berbicara dengan gaya pidato bung karno.

    mendengat itu, kami makin diam, si ibu jadi diam, semua diam, hening.
    tak lama kemudian si ibu kembali ke tempat duduknya dengan diikuti puluhan pasang mata (termasuk mata saya tentunya).

  • 09Aug

    Pergi ke Cirebon, jangan pulang dulu sebelum mencoba nasi jamblang.
    nasi putih yang disajikan beralas daun jati dengan lauk-pauk sederhana, sangat mengundang selera. Di cirebon ada nasi jamblang yang cukup dikenal dan selalu ramai dikunjungi, Nasi Jamblang Mang Dul namanya.

    Lokasinya yang di Jalan Cipto (perempatan gunung sahari), membuat nasi jamblang mang dul mudah terlihat, apalagi berada di depan pusat perbelanjaan Grage (kalo tidak salah ingat).

    Sebenarnya menu yang disajikan sangat sederhana dan biasa, yang membedakan adalah cara penyajiannya. Ya, salah satu kekhasan nasi jamblang adalah media penyajiannya yang menggunakan daun jati, tak lazim memang, mengingat pada umumnya nasi selalu disajikan dengan daun pisang atau kertas pembungkus. Tapi ya inilah yang membuat nasi jamblang selalu berhasil membuat penasaran setiap pelancong yang sempat singgah di salah satu kota pelabuhan ini.

    Nasi jamblang mang dul sendiri buka pagi-pagi sekali hingga nasi dan lauk nya habis. lauk-pauk yang bisa dipilih pun cukup beragam, mulai dari tahu sayur hingga semur daging sapi bisa menjadi pilihan.
    tempat makannya pun cukup unik, tak ada meja di sana, hanya beberapa kursi panjang dari kayu yang disusun berjajar, sehingga Anda harus menyangga daun jati yang berisi nasi jamblang ini jika sedang makan.

    kemudian pastikan Anda mengingat apa saja yang dimakan, sebab jika tidak, pasti anda akan sangat kerepotan pada waktu akan membayar di kasir.
    jadi, tunggu apa lagi?

    Filed under: makan-makan
    No Comments